…***…**…* Hasya_Bussaina *…**…***…

Sebuah RenunganJanuary 31, 2008 7:50 am

Ya Allah.

Hari ini dalam sebuah bus
Aku melihat seorang gadis dengan rambut keemasan
Aku berpikir andaikan aku secantik dirinya,
Ketika hendak turun dari bus
Aku melihat dia tersaruk-saruk di antara tempat duduk
Dia hanya memiliki satu kaki dan menggunakan kruk (tongkat penyangga)
Tetapi ketika dia melihatku dia tersenyum dengan manisnya.
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku memiliki dua kaki, dunia ini adalah milikku.

Aku berhenti sejenak untuk membeli permen
Anak lelaki yang menjual permen itu sangat tampan
Aku bercakap-cakap dengannya dan dia tampak sangat bahagia
Ketika aku hendak meninggalkannya
dia berkata padaku,
“Kamu sangat ramah padaku, terima kasih.
Tidak semua orang mau berbicara denganku, karena aku buta.”
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku mempunyai sepasang mata, dunia ini adalah milikku

Ketika aku berjalan di pesisir kota
Aku melihat anak lelaki kecil bermata biru
Dia berdiri dan melihat orang-orang bermain
Dia nampak murung, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Aku mendekatinya dan berkata,
“Mengapa kau tidak bergabung dengan anak-anak itu?”
Dia menatapku, tanpa mengucapkan sepatah kata
Baru aku sadar, dia tak dapat mendengar,
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur kepada-Mu
Aku mempunyai sepasang telinga, dunia ini adalah milikku

Dengan kedua kakiku, aku meneruskan perjalananku
Dengan kedua mataku, aku melihat kilau matahari terbenam
Dengan kedua telingaku, aku dapat mendengar apa yang aku mau
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman 13)

Aku memiliki segalanya dalam ragaku,
Dunia ini milikku
Betul kata pepatah,
Bahwa kita tidak menyadari apa yang kita miliki
Hingga milik kita diambil oleh-Nya
Dan kita tidak menyadari apa yang pernah hilang hingga Allah memberikan hal itu pada kita.

Astaghfirullahaladz im…

Ya Allah,
Jadikan aku orang yang bersyukur, agar aku memiliki kekayaan hati….
Jadikan aku orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena disanalah aku kan menemukan nilai diriku dalam hidup ini…
Jadikanlah aku orang yang selalu dapat bersyukur atas nikmatMu
Baik di saat lapangku maupun di saat sempitku
Dan jangan Engkau jadikan aku orang yang kufur terhadap nikmatMu..
Amiin.

NB: Sebuah email dari seorang teman

Sebuah RenunganMarch 30, 2007 4:06 am

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
 "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
 Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
 Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

 Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

 Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
 Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
 "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
 Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
 "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
 "Tidak!" elak si konsumen.  "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
 "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
 " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
 "Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
 "Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi… Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

 Si tukang cukur terbengongemoticon!!!!

Sebuah Renungan 3:54 am

Pada suatu daerah di kaki bukit yang hijau dan sejuk, ada seorang tukang air yang begitu tekun bekerja mengambilkan air kepada tuannya…..

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan itu hanya dapat membawa air setengah penuh. selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.

Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanny a dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sunggh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?"
"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi." Kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata,
"Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.