Kicau burung itu terdengar tak semerdu nyanyian pagi
Suaranya parau dan tersembunyi beban berat
Muncul rasa haru ketika mendengarnya
Inginku ulurkan secercah harapan untuknya
Tapi…..aku tak sanggup
Hanya kesunyian malam dan asa dalam hati
Yang bisa sejukkan hati ini
Karena kebesaran Ilahi
Janganlah jadi arang yang mudah rapuh
Janganlah jadi tembok yang mudah roboh
Tapi jadilah karang yang mampu bertahan karena terjangan gelombang
Yang tak mudah pecah karena kedahsyatannya
Dan lihatlah luasnya samudra
Disana kan kau temukan harapan
Yang tak pernah habis walau burung burung tlah kembali ke sarangnya
To my little brother: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Dan sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan

salam ukhuwah darei ana bening hati community tulisan bagus bagus euy ………:D
Comment by Wardah El Shafa — May 4, 2007 @ 9:14 am
gh salam kenal
Comment by Wardah El Shafa — May 4, 2007 @ 9:22 am
wah..;puitis pisan euy/….
aku salah satu penggemar puisi loh mbak
seneng aja kalo baca puisi
apalagi punya http://masfaiz.multiply.com
bagus2 loh…:D
aku kalo bikin suka kacau, soale pemilihan katanya kurang bisa…;)
Comment by mini — May 14, 2007 @ 2:39 am
Good…good…
bagoez..
^_^
Comment by atik — May 29, 2007 @ 3:42 am
numpang lewat…:-)
bisa bikin puisi juga tho… nice poem!
Comment by sluke's — June 8, 2007 @ 1:07 pm
#2,3,4, thank’s atas comment-ny.lagi belajar jadi puitisiwati nih..jadi ga sebagus puisi2 yang dah profesional..heheh
Comment by mbak_kun — June 14, 2007 @ 9:48 am
selamat ber kkn mbak kunin^_^. semoga sukses bkin kadang ayamnya hehehe….
Comment by Atik — July 5, 2007 @ 4:17 am
Fa inna ma’al ‘usri yusron
Inna ma’al ‘usri yusron
Salah satu faedah mengapa diulang lafadz Inna ma’al ‘usri yusron bahwa di sini al ‘usri(kesulitan) disebutkan dalam bentuk isim ma’rifah. Juga pada ayat berikutnya al’usri kembali disebutkan dalam isim ma’rifah. Isim ma’rifah memberi makna mu’ayyan (sudah tertentu).Ini menunjukkan yang dimaksud al’usri pada ayat yang awal sama dengan pada ayat kedua. Artinya, dalam dalam dua ayat ini al’usri yang dibahas cuma 1. Sedangkan yusrun (kemudahan) disebutkan dalam isim nakiroh yang memberi makna umum. Maka ini dapat disimpulkan bahwa 1 kesulitan akan dikalahkan oleh banyak kemudahan. Atau, satu kesulitan akan mendatangkan banyak kemudahan.
Demikian penjelasan sebagian ulama tafsir.
Wallahu’alam.
Comment by aswad — November 23, 2007 @ 3:07 am